Pages

Jumat, 31 Januari 2014

Maulid Nabi : Membangun Diri Membersihkan Hati


Acara Maulid Nabi Muhammad Saw diadakan hari ini (31/1) di aula DJKN. Kelas yang kurang memadai bila harus diisi oleh 70 lebih mahasiswa muslim, mengharuskan meminjam aula DJKN untuk memperingati maulid nabi.

Divisi Agama Islam atau PRISMA STAN membentuk kepanitian untuk menyelenggarakan acara maulid nabi bagi mahasiswa muslim STAN BDK Pekanbaru. Diketuai oleh Fuad Mahbubi, panita mempersiapkan segala yang dibutuhkan dengan matang. Sehingga pada hari terlaksananya acara, peringatan maulid nabi berjalan dengan lancar.

Mahasiswa harus mengisi absensi terlebih dahulu, kemudian mengambil jatah snack dan air mineral. Rizaldi dan Arif yang bertugas sebagai MC membuka acara dengan bacaan basmallah. Selanjutnya pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran dibacakan sangat merdu oleh Hasyim Fahri. Ruangan menjadi hening, hadirin seolah meresapi isi yang terkandung dalam ayat-ayat suci.


Sambutan ketua panitia oleh Fuad Mahbubi. Dia mengucapkan banyak terimakasih kepada rekan-rekan panitia yang sudah bekerja keras demi terselanggaranya acara maulid nabi Muhammad Saw hari ini. Juga mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa muslim STAN BDK Pekanbaru serta tamu undangan yang sudah menyempatkan diri bisa hadir. Sambutan perwakilan dari Senat diwakili oleh Dheo. Dheo hanya mengucapkan terimakasih kepada PRISMA STAN telah menyelenggaran acara seperti ini, dan dia bilang Senat akan mendukung program apapun dari masing-masing divisi yang ada.

Selanjutnya sambutan kepala Balai Diklat Keuangan Pekanbaru diwakili oleh Bapak Dedi. Bapak Mardial yang seharusnya berada di panggung untuk memberikan sambutan berhalangan tidak bisa hadir. Selanjutnya tim Nasyid membawakan beberapa lagu yang sangat menghibur hadirin.


Tema pada acara maulid Nabi Muhammad Saw kali ini adalah Rasulullah Sebagai Teladan Dalam Implementasi Nilai-nilai Kementerian Keuangan. Terdengar suara pantun, dan sesaat perhatian hadirin langsung tertuju kearah orang yang melantunkan pantun. Beliau lah Bapak Mas’ud Tahidin, S.PT yang membuka pembicaraannya dengan melantunkan pantun. Berkali-kali beliau memuji penampilan tim Nasyid yang memang tampil sangat apik. Kemudian beliau memberikan ceramah dan motivasi kepada hadirin. Berikut ringkasan ceramah yang disampaikan oleh Bapak Tahidin.

Kadang kita lalai bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita. Kita masih sering iri melihat orang yang lebih sukses atau lebih kaya dari kita. Padahal kalau kita melihat kebawah masih ada orang-orang yang tidak lebih beruntung dari kita saat ini. Kita bisa naik mobil, orang itu hanya bisa mengendarai sepeda motor. Kita punya sepeda motor, orang itu hanya bisa berjalan kaki. Kita berjalan kaki, ada orang yang tidak seberuntung kita bisa berjalan dengan kedua kakinya. Kita sudah diberikan fisik yang sempurna oleh Allah, tapi kita masih sering mengeluh untuk meminta yang lebih. Padahal betapa besar nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Misalnya saja udara yang setiap hari kita hirup. Kalau kita menghirup udara dari tabung oksigen yang ada di rumah sakit, kita harus membayar setidaknya 12juta lebih untuk setiap harinya.

Ketegangan terpecah ketika Pak Tahidin mengajak hadirin berdiri mengikuti gerakan tangan yang beliau peragakan. Hal ini dimaksud untuk melatih keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri. Otak kiri cenderung berpikir sistematis, sementara otak kanan cenderung berpikir kreatif. Seseorang tidak boleh terlalu condong ke salah satu bagian otak, seharusnya kalau bisa justru malah seimbang. Gerakan tangan yang beliau peragakan cukup membuat bingung hadirin. Candaan, ketawa, dan kebingungan membuat acara ini semakin seru.

Karena ini acara maulid nabi, maka tidak ketinggalan pembicaran masalah Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah. Ada beberapa video yang diputar tentang perjuangan umat Islam jaman Nabi Muhammad. Mereka rela meninggal demi membela Islam. Walaupun dipaksa untuk mengatakan tuhan yang lain, mereka lebih memilih mati daripada mengucapkan tuhan selain Allah. Kita yang hidup pada jaman ini sudah tidak mengalami peristiwa tragis seperti itu untuk mengamalkan ajaran-ajaran Islam. Tapi malah kadang kita enggan bahkan lalai untuk mengamalkan ajaran Islam.


Pak Tahidin menjelaskan tentang 5 nilai Kementerian Keuangan. Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan masing-masing dijelaskan dengan bahasa yang padat. Sebagai calon pegawai di Kementerian Keuangan sudah seharusnya kita memahami isi yang terkandung dalam 5 nilai Kementerian Keuangan.

Kita sering tidak mensyukuri atas apa yang kita miliki saat ini. Kita memiliki kaki sehingga bisa berjalan normal, diluar sana ada orang yang bahkan kesusahan untuk berjalan. Kita memiliki mata yang normal. Di luar sana ada orang yang tidak bisa melihat indahnya dunia, tidak bisa melihat wajah kedua orang tuanya. Sepasang telinga yang kita miliki, harusnya kita gunakan untuk mendengarkan suara-suara yang baik. Di luar sana ada orang yang tidak bisa mendengar suara apapun. Betapa beruntungnya kita saat ini, betapa beruntungnya kita jika kita melihat orang-orang yang tidak sesempurna kita.

ku buka album biru penuh debu dan usang
ku pandangi semua gambar diri kecil bersih belum ternoda
pikirkupun melayang dahulu penuh kasih
teringat semua cerita orang tentang riwayatku
kata mereka diriku slalu dimanja, kata mereka diriku slalu ditimang

Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa. Surga ada ditelapak kaki ibu. Kasih sayang yang telah ibu berikan kepada kita bertahun-tahun. Susahnya ibu mengandung kita selama sembilan bulan. Dari kecil kita dirawat, dimanja, penuh kasih kasih sayang. Lambat laun kita semakin dewasa. Tidak sedikit dari kita yang berani menolak perintah ibu. Ibu berjuang membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, dan ayah bekerja keras membanting tulang untuk menafkahi kita. Tapi apa yang telah kita balas kepada mereka? Seharusnya kita selalu berbuat baik kepada mereka, kita bisa membalas budi mereka sebelum kita tidak punya waktu lagi untuk membuat mereka bahagia.

Ooh Bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada didalam hatiku.

Isak tangis terdengar dari hadirin. Memang sudah seharusnya hadirin meneteskan airmata bila benar-benar merenungi perkataan yang diucapkan oleh Pak Tahidin.

Sebelum acara ditutup, hadirin disuruh memeriksa dibawah kursi yang didudukinya. Ternyata panitia telah menyiapkan 3 hadiah untuk 3 orang yang beruntung. Apresiasi patut kita berikan kepada panitia yang sudah mempersiapkan acara Maulid Nabi Muhammad Saw ini. /(AA)



0 komentar:

Poskan Komentar