Pages

Kamis, 24 April 2014

Walaupun Telat, STAN dan BDK Pekanbaru Merayakan Hari Bumi

Hari Bumi jatuh pada tanggal 22 April. Tepatnya 44 tahun yang lalu pada tanggal 22 April 1970 dibentuk Hari Bumi (yang belum tahu kisahnya Hari Bumi silakan lihat di artikel sebelumnya di blog ini). Ini merupakan momen untuk memperlakukan bumi layaknya makhluk yang memiliki perasaan. Dimana dia akan merasa sakit ketika dirusak, dan akan tersenyum bila terpelihara dengan baik.

"Aku menjaga Bumi, Berarti Aku menjaga Anak Cucuku."

Acara peringatan Hari Bumi dari mahasiswa STAN Pekanbaru baru direncanakan pada tanggal 22 April kemarin. Padahal hari itu adalah Hari Bumi yang sebenarnya. Sudah beberapa hari sebelumnya terpikir untuk mengadakan acara pada Hari Bumi, tapi karena masih ragu, sampai pada tanggal 22 April barulah
memutuskan untuk memperingati Hari Bumi. Seketika itu juga dibentuk panitia dadakan untuk mengontrol jalannya acara ini. Dengan dibantu seluruh mahasiswa, akhirnya pada hari ini tanggal 25 April STAN Pekanbaru dan BDK Pekanbaru turut memperingati Hari Bumi.

Bu Tanci rela untuk datang sebelum jam setengah 7 untuk berpartisipasi dalam acara ini. Begitu juga dengan Pak Yansen dan Bang Galih, mereka bertiga ikut jalan keliling kota sambil menyuarakan bahwa ada "Hari Bumi". Sayangnya ketua Balai Diklat Keuangan Pekanbaru Pak Mardial sedang acara di Jakarta. Begitu juga dengan ketua dan wakil Senat STAN Pekanbaru yang juga turut diundang untuk menghadiri acara dari Pusat.

Berbagai spanduk yang telah dibuat oleh para mahasiswa dengan kata dan gambar-gambar yang bertemakan Hari Bumi di buat sangat kreatif. Acara jalan keliling kota tidak hanya jalan sambil membawa spanduk dan menyuarakan Hari Bumi, tapi juga para mahasiswa memungut setiap sampah yang ditemui selama dijalanan.

Setelah sampai di BDK, langsung dilanjutkan acara yang kedua. Yaitu penanaman Pohon.
Dibuka dengan sambutan dari ketua panitia, Enggi Dwi Putra, lalu dilanjutkan dengan sambutan dari pejabat BDK, Ibu Tanci. Beberapa pegawai BDK juga terlihat dalam barisan acara Hari Bumi ini. Jadi acara yang tadinya berasal dari mahasiswa, sekarang menjadi acara mahasiswa STAN dan pegawai BDK Pekanbaru.

Pak Yansen dan Bu Tanci secara bersama-sama mengawali penanaman pohon yang pertama.
Setelah itu dilanjutkan dengan penanaman beberapa pohon dari mahasiswa. Antusias yang tinggi terlihat dari wajah-wajah mahasiswa. Tidak mau kalah, para pegawai pun memiliki antusias akan perawatan lingkungan yang sangat tinggi. Malah ketika mahasiswa sudah selesai menanam pohon, masih ada pegawai BDK yang sibuk menanam pohon dan membersihkan rumput di sekitar lingkungan Balai Diklat Keuangan Pekanbaru.

Acara ini menjadi pemicu untuk meningkatkan kesadaran kita semua akan pentingnya merawat lingkungan. Kalau saja ada Hari Bumi setiap hari, pasti lingkungan BDK ini akan terus terawat.

Terimakasih kami ucapkan kepada Ibu Tanci, Bapak Yansen, dan segenap Pegawai BDK yang sudah merelakan waktunya untuk berpartisipasi dalam acara ini, para panitia dan semua mahasiswa STAN Pekanbaru yang sudah menyiapkan dan sampai terlaksananya acara ini.

"Mari kita rawat Tempat Tinggal Kita".

0 komentar:

Poskan Komentar